BAB 4 SISTEM KOMPUTER KELAS 9
Cara Kerja Komputer
1. Pengertian Komputer
Komputer
adalah alat elektronik yang dapat menerima, memproses, dan menyimpan data serta
menghasilkan output sesuai dengan instruksi yang diberikan melalui perangkat
lunak (software). Komputer terdiri dari perangkat keras (hardware) dan
perangkat lunak (software) yang bekerja bersama untuk menjalankan berbagai
tugas.
2. Komponen-Komponen Utama Komputer
Untuk
memahami cara kerja komputer, kita perlu mengetahui beberapa komponen utama
yang ada di dalam komputer:
- CPU (Central Processing Unit): Otak dari komputer yang bertugas untuk memproses data dan menjalankan perintah.
- RAM (Random Access Memory): Memori utama yang menyimpan data sementara yang sedang diproses oleh CPU.
- Hard Disk/SSD (Storage): Tempat penyimpanan data secara permanen, baik itu hard disk (HDD) atau solid state drive (SSD).
- Motherboard: Papan sirkuit utama yang menghubungkan semua komponen hardware.
- Input Devices: Perangkat yang digunakan untuk memasukkan data ke dalam komputer, seperti keyboard dan mouse.
- Output Devices: Perangkat yang digunakan untuk menampilkan hasil atau output dari komputer, seperti monitor dan printer.
3. Proses Kerja Komputer
Komputer bekerja melalui tahapan yang terdiri dari beberapa langkah utama:
Input Data
Proses dimulai ketika pengguna memasukkan data atau perintah melalui perangkat input (misalnya keyboard, mouse, atau sensor lainnya). Data ini kemudian dikirimkan ke CPU untuk diproses.
Proses Data
Setelah data diterima, CPU akan memproses data tersebut. CPU memiliki dua bagian utama dalam memproses data:
ALU (Arithmetic Logic Unit): Bagian yang menangani operasi aritmatika dan logika (misalnya penjumlahan, pengurangan, perbandingan).
CU (Control Unit): Bagian yang mengontrol alur perintah dan memastikan perintah dieksekusi dengan benar.
Pada tahap ini, data yang diproses akan disimpan sementara di dalam RAM sebelum diproses lebih lanjut.
Penyimpanan Data
Hasil dari proses yang telah dilakukan oleh CPU dapat disimpan di dalam Hard Disk atau SSD untuk penggunaan di masa mendatang. Penyimpanan data juga memungkinkan data dipanggil kembali ketika dibutuhkan.
Output Data
Setelah data diproses, hasilnya akan dikirim ke perangkat output, seperti monitor atau printer, agar dapat dilihat atau digunakan oleh pengguna. Proses ini disebut sebagai output data.
4. Cara Kerja Sistem Operasi
Sistem operasi (seperti Windows, macOS, atau Linux) bertanggung jawab untuk mengelola sumber daya komputer dan menjalankan aplikasi. Sistem operasi memastikan bahwa hardware dapat bekerja secara efisien dan memberikan antarmuka bagi pengguna untuk berinteraksi dengan komputer.
a. Manajemen Proses: Mengelola berbagai aplikasi dan tugas yang berjalan di komputer.
b. Manajemen Memori: Mengatur penggunaan RAM oleh aplikasi yang sedang berjalan.
c. Manajemen I/O: Mengatur komunikasi antara perangkat input/output dan komputer.
d. Manajemen File: Mengatur penyimpanan dan pengambilan data dari penyimpanan perangkat keras.
5. Alur Kerja Komputer Secara Sederhana
Secara garis besar, berikut adalah alur kerja komputer:
a. Input: Data dimasukkan melalui perangkat input.
b. Proses: Data diproses oleh CPU.
c. Penyimpanan: Data disimpan sementara di RAM atau secara permanen di hard disk/SSD.
d. Output: Hasil proses ditampilkan melalui perangkat output.
1. Power-On Self Test (POST)
Setelah
komputer dinyalakan, prosesor akan menjalankan POST. POST adalah serangkaian
tes yang dilakukan untuk memeriksa kondisi perangkat keras dasar komputer,
seperti RAM, keyboard, layar, dan komponen lainnya. Jika ada masalah perangkat
keras yang terdeteksi, biasanya akan ada pesan kesalahan atau suara beep dari
speaker internal.
2. Inisialisasi Hardware
Setelah
POST, BIOS/UEFI (Basic Input Output System / Unified Extensible Firmware
Interface) akan menginisialisasi perangkat keras lainnya seperti hard disk,
kartu grafis, dan perangkat lain yang terhubung ke sistem. BIOS/UEFI juga
menentukan urutan perangkat untuk boot (Boot Order), yaitu perangkat mana yang
akan digunakan pertama kali untuk memuat sistem operasi.
3. Pencarian Boot Loader
BIOS/UEFI
kemudian mencari sektor boot pada perangkat yang ditentukan pada urutan boot.
Biasanya, ini adalah hard disk atau SSD tempat sistem operasi terpasang.
BIOS/UEFI akan membaca sektor boot (Master Boot Record atau GUID Partition
Table) yang berisi informasi untuk melanjutkan proses booting.
4. Memuat Boot Loader
Setelah
menemukan boot sector, BIOS/UEFI akan memuat bootloader yang ada pada sistem
operasi. Bootloader adalah program kecil yang bertugas untuk memuat sistem
operasi ke dalam memori komputer. Contoh bootloader pada sistem Windows adalah Windows Boot Manager,
sedangkan di Linux ada GRUB.
5. Memuat Sistem Operasi
Bootloader
akan memuat inti sistem operasi (kernel) ke dalam memori. Pada tahap ini,
kernel akan mulai mengambil alih kontrol dan menginisialisasi komponen sistem
lainnya, seperti mengatur manajemen memori, menangani proses input/output, dan
mengonfigurasi sistem file.
6. Inisialisasi Sistem Operasi
Setelah
kernel dimuat, proses inisialisasi sistem operasi dimulai. Pada tahap ini,
berbagai driver perangkat keras akan dimuat, dan layanan-layanan sistem
(seperti jaringan, keamanan, dan lainnya) mulai dijalankan. Pada saat ini,
pengguna sudah dapat berinteraksi dengan sistem operasi melalui antarmuka
grafis atau terminal.
7. Login dan Penggunaan Sistem
Setelah
proses booting selesai, layar login akan muncul (terutama pada sistem operasi
seperti Windows atau Linux). Pengguna akan diminta untuk memasukkan kredensial
login, setelah itu sistem akan siap digunakan.
Proses Booting: Uraian Visual
- Power On → Komputer
menyala.
- POST → Pemeriksaan
perangkat keras.
- BIOS/UEFI → Pengaturan
perangkat keras dan pencarian boot device.
- Boot Loader → Memuat
bootloader (misalnya Windows Boot Manager atau GRUB).
- Kernel Loading → Memuat
inti sistem operasi ke dalam memori.
- Inisialisasi Sistem →
Menginisialisasi driver dan layanan sistem.
- Login → Pengguna dapat
masuk dan mulai menggunakan komputer.
Jenis-jenis
Proses Booting:
- Booting Dingin (Cold Booting):
Proses booting yang dilakukan ketika komputer baru pertama kali dinyalakan
atau setelah dimatikan sepenuhnya.
- Booting Panas (Warm Booting):
Proses booting yang dilakukan setelah komputer di-restart tanpa dimatikan
terlebih dahulu.
Cara Kerja CPU (Central Processing Unit)
1. Pengertian CPU
CPU (Central
Processing Unit) adalah otak dari sebuah komputer. CPU bertanggung jawab untuk
menjalankan instruksi-instruksi program dan mengendalikan semua operasi yang
terjadi di dalam sistem komputer. Proses ini melibatkan tiga fungsi utama:
pengambilan (fetch), dekode (decode), dan eksekusi (execute).
2. Komponen-Komponen dalam CPU
CPU terdiri
dari beberapa komponen utama yang mendukung kinerjanya, di antaranya:
- ALU (Arithmetic Logic Unit): Bagian yang
bertanggung jawab untuk melakukan perhitungan aritmatika dan operasi
logika.
- CU (Control Unit): Mengatur aliran data dalam
CPU dan mengarahkan instruksi kepada ALU, register, dan memori.
- Registers: Memori kecil di dalam CPU yang
digunakan untuk menyimpan data sementara yang sedang diproses.
- Cache: Memori berkecepatan tinggi yang menyimpan data dan instruksi yang sering digunakan untuk mempercepat akses.
Proses
kerja CPU terjadi dalam beberapa tahap utama yang disebut dengan Cycle of Instruction.
Ada tiga tahap utama dalam siklus ini:
a. Fetch (Pengambilan
Instruksi)
· Pada tahap ini, CPU mengambil instruksi dari RAM (Random
Access Memory) yang disimpandalam alamat memori tertentu. Instruksi ini
biasanya berupa perintah yang ingin dijalankan oleh komputer, seperti
penjumlahan, pengurangan, atau instruksi lainnya.
· Program Counter (PC) digunakan
untuk menunjukkan alamat instruksi berikutnya yang harus diambil.
b. Decode (Dekode Instruksi)
· Setelah instruksi diambil, CPU akan memecahnya
menjadi bagian-bagian yang lebih kecil agar bisa dipahami oleh ALU atau unit
lainnya. Proses ini disebut dekode. Instruksi yang diambil
akan diproses oleh Control Unit (CU), yang
mengidentifikasi jenis operasi yang harus dilakukan.
· Jika instruksi itu memerlukan data tambahan, CPU
akan mencarikannya di memori atau di register yang ada.
c. Execute (Eksekusi Instruksi)
Setelah
instruksi didekode, tahap selanjutnya adalah eksekusi. Pada tahap ini, CPU
melakukan perhitungan atau operasi yang diinginkan, baik itu aritmatika
(penjumlahan, pengurangan), logika (AND, OR), atau operasi pengambilan data
(load, store).
·
Jika instruksi melibatkan perhitungan, ALU akan
menangani operasi ini.
· Setelah eksekusi selesai, hasilnya akan disimpan
kembali di register atau RAM, tergantung pada jenis instruksi.
4. Contoh Siklus Kerja CPU
Misalnya,
kita memiliki instruksi sederhana: "A = B + C".
- Fetch: CPU mengambil
instruksi dari memori yang berisi perintah untuk menjumlahkan B dan C,
lalu menyimpan hasilnya di A.
- Decode: CPU
mengidentifikasi bahwa instruksi tersebut adalah operasi penjumlahan
antara dua nilai (B dan C).
- Execute: CPU melakukan
penjumlahan nilai B dan C, kemudian menyimpan hasilnya di lokasi A.
5. Pentingnya Clock pada CPU
CPU
bekerja dengan bantuan clock. Clock berfungsi untuk
memberikan sinyal waktu yang teratur (dalam satuan detik atau hertz). Setiap tick dari
clock menandakan satu siklus instruksi dalam CPU. Kecepatan CPU diukur dalam GHz (Gigahertz),
yang mengindikasikan berapa banyak siklus instruksi yang dapat diproses dalam
satu detik.
6. Pipeline dan Paralelisme
Untuk
meningkatkan kinerja, beberapa CPU modern menggunakan konsep pipeline, di
mana beberapa instruksi diproses secara bersamaan dalam tahap yang berbeda.
Sebagai contoh, sementara CPU sedang meng-eksekusi instruksi pertama, instruksi
kedua sudah berada dalam tahap pengambilan, dan instruksi ketiga sudah dalam
tahap dekode. Dengan cara ini, kinerja CPU menjadi lebih efisien.
Beberapa
CPU juga mendukung paralelisme, yaitu kemampuan
untuk memproses beberapa instruksi sekaligus, baik dengan beberapa inti (core)
dalam CPU atau dengan menggunakan beberapa CPU secara bersamaan.
1. Sistem Bilangan Desimal (Basis 10)
Ini adalah sistem bilangan yang paling umum digunakan dalam
kehidupan sehari-hari. Sistem bilangan ini menggunakan angka 0 hingga 9 sebagai
simbolnya, dan setiap posisi angka memiliki nilai yang kelipatan dari 10.
Misalnya, dalam angka 258, angka 2 berada di tempat ratusan, 5 di tempat
puluhan, dan 8 di tempat satuan.
Contoh:
258 = 2 × 10² + 5 × 10¹ + 8 × 10⁰
2. Sistem Bilangan Biner (Basis 2)
Sistem ini menggunakan hanya dua angka yaitu 0 dan 1. Sistem biner
digunakan dalam komputer untuk menyimpan data dan melakukan operasi. Dalam
sistem biner, setiap posisi angka merupakan kelipatan dari 2.
Contoh:
1011₂ = 1 × 2³ + 0 × 2² + 1 × 2¹ + 1 × 2⁰ = 8 + 0 + 2 + 1 = 11 (dalam desimal
3. Sistem Bilangan Oktal (Basis 8)
Sistem bilangan oktal menggunakan angka dari 0 hingga 7. Dalam sistem ini, setiap posisi angka merupakan kelipatan dari 8. Sistem ini sering digunakan dalam bidang teknologi, terutama dalam pemrograman.
Contoh:
17₈ = 1 × 8¹ + 7 × 8⁰ = 8 + 7 = 15 (dalam desimal)
4. 4. Sistem Bilangan Hexadesimal (Basis 16)
Sistem bilangan hexadesimal menggunakan angka dari 0 hingga 9 dan huruf A hingga F (untuk nilai 10 hingga 15). Sistem ini sering digunakan dalam pemrograman dan representasi data komputer.
Contoh:
1F₁₆ = 1 × 16¹ + 15 × 16⁰ = 16 + 15 = 31 (dalam desimal)
Contoh Konversi Antar Sistem
Bilangan
1. Konversi dari Desimal ke
Biner
Misalnya kita ingin mengonversi angka 13 (desimal) ke dalam
sistem biner:
13 ÷ 2 = 6 sisa 1
6 ÷ 2 = 3 sisa 0
3 ÷ 2 = 1 sisa 1
1 ÷ 2 = 0 sisa 1
Jadi, 13 dalam biner adalah 1101₂.
2. Konversi dari Biner ke
Desimal
Misalnya kita ingin mengonversi angka 1101₂ ke dalam sistem
desimal:
1101₂ = 1 × 2³ + 1 × 2² + 0 × 2¹ + 1 × 2⁰ = 8 + 4 + 0 + 1 = 13 (dalam
desimal).
3. Konversi dari Desimal ke
Oktal
Misalnya kita ingin mengonversi angka 45 (desimal) ke dalam
sistem oktal:
45 ÷ 8 = 5 sisa 5
5 ÷ 8 = 0 sisa 5
Jadi, 45 dalam oktal adalah 55₈.
4. Konversi dari Oktal ke
Desimal
Misalnya kita ingin mengonversi angka 55₈ ke dalam sistem
desimal:
55₈ = 5 × 8¹ + 5 × 8⁰ = 40 + 5 = 45 (dalam desimal).
5. Konversi dari Hexadesimal ke
Desimal
Misalnya kita ingin mengonversi angka 2A₁₆ ke dalam sistem
desimal:
2A₁₆ = 2 × 16¹ + 10 × 16⁰ = 32 + 10 = 42 (dalam desimal).
Gerbang Logika
Jenis Gerbang Logika
1.
Gerbang
Logika AND
|
A |
B |
Y |
|
0 |
0 |
0 |
|
0 |
1 |
0 |
|
1 |
0 |
0 |
|
1 |
1 |
1 |
Seperti yang sudah dikatakan
sebelumnya bahwa setiap gerbang logika pasti memiliki tabel kebenaran. Tabel
kebenaran menunjukkan bahwa gerbang logika bisa diaktifkan atau tidak. Oleh
karena itu, berdasarkan tabel kebenaran di atas, maka bisa dikatakan bahwa
setiap hasil keluaran berupa angka 0 berarti gerbang logika AND tidak bisa
diaktifkan.
Dari tabel kebenaran itu juga dapat disimpulkan bahwa gerbang logika hanya bisa
terjadi jika masukan sama-sama angka “1”. Jika masukan berupa angka “0” dan
“0”, gerbang logika AND tidak bisa diaktifkan dan jika masukan berupa angka “1”
dan “0”, gerbang logika tidak bisa diaktifkan juga.
2. Gerbang
Logika OR
|
A |
B |
Y |
|
0 |
0 |
0 |
|
0 |
1 |
1 |
|
1 |
0 |
1 |
|
1 |
1 |
1 |
Tabel
kebenaran logika OR di atas menjelaskan bahwa setiap dua masukan yang memiliki
angka “1” akan menghasilkan keluaran angka “1” juga. Angka “1” itu menandakan
bahwa gerbang logika OR benar dan bisa diaktifkan.
Namun,
gerbang logika OR menjadi tidak aktif ketika salah satu masukannya berupa angka
“0”. Dengan kata lain, angka “0” pada gerbang logika OR akan menghasilkan
keluaran yang tidak aktif atau tidak benar.
3. Gerbang
Logika NAND
|
A |
B |
Y |
|
0 |
0 |
1 |
|
0 |
1 |
1 |
|
1 |
0 |
1 |
|
1 |
1 |
0 |
Tabel
kebenaran gerbang logika NAND menjelaskan bahwa masukan berupa angka “1” dengan
angka “1” akan menghasilkan keluaran angka “0”. Sedangkan masukan angka “0”
dengan angka “0” akan menghasilkan keluaran angka “1”.
4.
Gerbang
Logika NOR
|
A |
B |
Y |
|
0 |
0 |
1 |
|
0 |
1 |
0 |
|
1 |
0 |
0 |
|
1 |
1 |
0 |
Berdasarkan
tabel kebenaran di atas gerbang logika NOR memiliki dua masukan dan satu
keluaran. Masukan yang berupa angka “0” bertemu dengan angka “0” akan
menghasilkan angka “1”. Sedangkan angka “1” bertemu dengan angka “1” akan
menghasilkan keluaran angka “0”.
5.
Gerbang Logika XOR
Gerbang XOR adalah gabungan
dari gerbang NOT, AND, dan OR. Selain dari ketiga gabungan tersebut, gerbang
logika XOR juga bisa menggunakan gabungan gerbang logika yang lain. Karena bisa
bergabung oleh banyak gerbang logika, maka gerbang logika XOR disebut juga
dengan gerbang eksklusif. Gerbang XOR dapat ditemukan di komponen elektronika
IC 7486.
|
A |
B |
Y |
|
0 |
0 |
0 |
|
0 |
1 |
1 |
|
1 |
0 |
1 |
|
1 |
1 |
0 |
Gerbang
logika XOR memiliki tabel kebenaran yang yang menghasilkan keluaran berupa
angka “1” sebanyak dua kali dan keluaran angka “0” sebanyak dua kali juga. Jika
masukan berupa angka yang sama, maka akan menghasilkan “0”. Sedangkan jika
masukan berupa angka yang beda, maka hasil keluaran berupa “1”.
Oleh
sebab itu, gerbang logika XOR akan mengeluarkan logika rendah jika kedua
masukan memiliki karakteristik yang sama. Sementara itu, gerbang logika XOR
akan mengeluarkan logika tinggi jika kedua masukan memiliki karakteristik yang
berbeda.
6. Gerbang
Logika XNOR
|
A |
B |
Y |
|
0 |
0 |
1 |
|
0 |
1 |
0 |
|
1 |
0 |
0 |
|
1 |
1 |
1 |
Tabel
kebenaran gerbang logika XNOR menjelaskan bahwa masukan yang sama akan
menghasilkan keluaran angka “1”. Sedangkan, masukan yang berbeda akan
menghasilkan keluaran berupa angka “0”. Jadi, bisa dikatakan bahwa tabel
kebenaran XNOR kebalikan dari tabel XOR.
Gerbang
logika XNOR akan menghasilkan keluaran dengan logika tinggi jika kedua
karakteristiknya sama. Sementara itu, keluaran logika akan rendah jika masukan
pada gerbang logika XNOR memiliki karakteristik yang berbeda.
7. Gerbang
Logika NOT
|
A |
Y |
|
0 |
1 |
|
1 |
0 |
Tabel
kebenaran gerbang logika NOT menggambarkan bahwa masukan berupa angka “0” akan
menghasilkan keluaran berupa angka “1” dan jika masukan berupa angka “1” akan
menghasilkan keluaran angka “1”.
Berdasarkan
dari tabel kebenaran di atas, maka dapat dikatakan bahwa gerbang logika NOT
cara pengoperasiannya terbalik. Meskipun pengoperasiannya terbalik, tetapi
bentuk dan tingkat biner dalam operasi sinyal masukan dapat dipertahankan
dengan baik.






0 komentar:
Posting Komentar